Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjelasan Asmaul Khomsah / Isim Lima | الأَسْمَاءُ الْخَمْسَةِ

Di postingan kali ini masih membahas mengenai isim mu'rab dengan judul tulisan Penjelasan Asmaul Khomsah | الأَسْمَاءُ الْخَمْسَةِ. Pembahasan ini merupakan bagian yang tidak kalah pentingnya dengan pembahasan isim mu'rob yang sudah disampaikan. Jadi Mari kita mulai...

Penjelasan Asmaul Khomsah / Isim Lima | الأَسْمَاءُ الْخَمْسَةِ

الأسماء الخمسة هي كُلُّ اسْمٍ مُعْرَبٍ آخِرُهُ حَرفُ عِلَّةٍ صَالِحَةٍ للْإِعْرَابِ
"Asmaul khomsah adalah setiap isim mu'rab yang akhirnya terdapat huruf ilat (yang ditambahkan) sebagai tanda i'rab."

Asmaul Khomsah (الأَسْمَاءُ الخَمْسَةُ)' merupakan kata-kata dari jenis isim yang jumlahnya ada 5 kemudian akhirnya ditambahkan salah satu dari huruf Ilat (ا، و،ي).  Lima kata/kalimah yang akan dijadikan asmaul khomsah adalah;

 أَخُ  " Akhun"   = Saudara
أبُ   "Abun" = Bapa
 حَمُ  "hammun" = Ipar
فَم    "famun"    = mulut
ذُوْ    "dzuu"   = yang mempunyai

Kelima kata diatas jika ingin dijadikan bagian dari Asmaul Khomsah (الأَسْمَاءُ الخَمْسَةُ) syarat utamanya adalah harus di idlofatkan (digabungkan) dengan kata yang lain selain ya mutakallim (kata ganti milik untuk orang pertam).

Kemudian ketentuan lainnya husus untuk kalimah فَم ketika diidlofatkan dengan maksud untuk dijadikan bagian dari asmaul khomsah maka mimnya harus dihilangkan. 

Kemudian khusus untuk kalimah ذُوْ ia  harus bermakna Shohib (Pemilik) dan hanya diidlofatkan kepada isim dlohir / tidak dapat diidofatkan pada isim dlomir.

Selain ketentuan diatas yang harus di ikuti adalah keadaan lima isim itu tidak dalam keadaan di tashghir dan harus dalam keadaan mufrad.

Kelima isim di atas ketika di idlofatkan akhirnya harus ditambahkan dengan salah satu dari huruf ilat sesuai dengan keadaan atau posisinya didalam jumlah.

Jika keadaan i'rob rofa' maka huruf ilatnya adalah wau, jika dalam keadaan i'rob nashob maka huruf ilatnya alif, dan huruf yaa jika keadaan i'rob jer/khofad. Perhatikan contoh berikut:

Contoh bentuk asma’ul khomsah dalam keadaan i'rab rofa':

  1. اَبٌ  ketika diidhofahkan menjadi :  أَبُوكَ  ~ ayahmu      
  2. أَخٌ  ketika diidhofahkan menjadi:  أَخُوْكَ   ~  saudaramu       
  3. حَمٌ  ketika diidhofahkan menjadi : حَمُوكَ  ~ Ipar-mu     
  4. فَم  ketika diidhofahkan menjadi :  فُوْكَ   ~  mulutmu           
  5. ذُوْ  ketika diidhofahkan menjadi : ذُوْ مَالٍ  ~  yang mempunyai harta


Contoh asmaul khomsah dalam keadaan nashab:

  1. اَبٌ ketika diidhofahkan menjadi : أَبَاكَ   ~  ayahmu
  2. أَخٌ ketika diidhofahkan menjadi :  أَخَاكَ   ~  saudaramu
  3. حَمٌ  ketika diidhofahkan menjadi : حَمَاكَ  ~ Ipar-mu
  4. فَم   ketika diidhofahkan menjadi :    فَاكَ  ~  mulutmu
  5. ذُوْ  ketika diidhofahkan menjadi : ذَا مَالٍ  ~ yang mempunyai harta

Contoh asmaul khomsah keadaan jer/khofad:

  1. اَبٌ ketika diidhofahkan menjadi  : أَبِيْكَ   ~ ayahmu
  2. أَخٌ ketika diidhofahkan menjadi : أَخِيْكَ   ~ saudaramu
  3. حَمٌ  ketika diidhofahkan menjadi : حَمِيْكَ  ~ Ipar-mu
  4. فَم   ketika diidhofahkan menjadi : فِيْكَ  ~ mulutmu
  5. ذُوْ  ketika diidhofahkan menjadi : ذِيْ مَالٍ  ~ yang mempunyai harta


Selanjutnya mari kita lihat dalam contoh kalimat / posisi asmaul khomsah didalam jumlah!

1. contoh asmaul khomsah dalam jumlah dan berposisi sebagai rofa'
أَبُوْكَ فَلَاحٌ
Ayahmu adalah seorang petan
Kedudukan abuka sebagai mubtada, tanda i'rab rofa' dengan wau

مُحَمَّدٌ أخُوْكَ
Muhammad adalah saudaramu
Kedudukan akhuka sebagai khobar, tanda i'rab rofa' dengan wau

رَجَعَ حَمُوْكَ بِالْأَمْسِ
Iparmu telah pulang kemarin
kedudukan hamuka sebagai fa'il, tanda i'rab rofa' dengan wau

فُوْكَ نِمْرُكَ
Mulutmu adalah harimaumu
kedudukan fuuka sebagai mubtada, tanda i'rab rofa' dengan wau

خَالِدٌ ذُوْ عِلْمٍ
Kholid memiliki ilmu
Kedudukan dzuu sebagai khobar, tanda i'rab rofa' dengan wau

1. contoh asmaul khomsah dalam jumlah dan berposisi sebagai nashab

إنَّ أَبَاكَ فَلَاحٌ
Sesungguhnya ayahmu adalah petani
Posisi abaaka sebagai isim inna, tanda i'rab Nashab dengan Alif

زُرْتُ أخَاكَ
Aku telah mengunjungi saudaramu
Posisi akhooka sebagai maf'ul bih, tanda i'rab Nashab dengan Alif

إنَّ حَمَاكَ رَاجِعٌ بِالْأَمْسِ
Sesungguhnya iparmu yang pulang kemarin
Posisi hamahka sebagai isim inna, tanda i'rab Nashab dengan Alif

إنَّ فَاكَ نِمْرُكَ
Sesungguhnya bibirmu adalah harimaumu
Posisi faaka sebagai isim inna, tanda i'rab Nashab dengan Alif

كَانَ خَالِدٌ ذَا عِلْمٍ
Adalah kholid yang memiliki ilmu
Posisi dza sebagai khobar kaana, tanda i'rab Nashab dengan Alif

1. contoh asmaul khomsah dalam jumlah dan berposisi sebagai Khofad

الثَّوْبُ لأَبِيكَ
Baju ini untuk ayahmu
Posisi Abiika sebagai majrur, tanda i'rab Khofad dengan Ya

الثَّوْبُ لأخِيكَ
Baju ini milik saudaramu
Posisi akhika sebagai majrur, tanda i'rab Khofad dengan Ya

الثَّوْبُ لحَمِيكَ
Baju ini untuk iparmu
Posisi hamiika sebagai majrur, tanda i'rab Khofad dengan Ya

فِى فِي إمْرَأةٍ
Pada bibir wanita
Posisi fie imroatin sebagai majrur, tanda i'rab Khofad dengan Ya

الصَّالِحُ لذِي عِلْمٍ
Kesuksesan untuk yang memiliki ilmu
Posisi Dzie sebagai majrur, tanda i'rab Khofad dengan Ya


Bila ada kekuarang atau kekeliruan dalam pembahasan diatas, sudi kiranya untuk menyampaikannya dalam kolom komentar demi perbaikan! Wallahu a'lam bish showab.

7 komentar untuk "Penjelasan Asmaul Khomsah / Isim Lima | الأَسْمَاءُ الْخَمْسَةِ"

  1. kak apa perbedaan tanda i'robnya asmaul khomsah dengan isim lainnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya tidak ada bedanya, hanya saja Tanda i'rab asmaul khomsah memiliki fungsi lain selain sebagai tanda i'rab, yakni sebagai identitas dari asmaul khomsah itu sendiri...
      Begitulah kira-kira dek!!!

      Hapus
  2. mau ty, apa kata2 Asmaul khomsah bs ditambahkan Alif lam didepannya?

    BalasHapus
  3. Ka tolong cari kan contoh isim lima tpi yg lain dari pada contoh yg di atas

    BalasHapus